12 Nov 2011

Misteri Rumah Hantu Amity Ville

Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta

anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112

Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial

Belanda di Amity ville, sebuah lingkungan di pinggiran

kota di selatan Long Island, New York. Tiga belas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald

DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati

enam anggota keluarganya di rumah itu.







Setelah 28

hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai

merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut. Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror – A True Story. Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The

Amityville Horror Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong

selama 13 bulan setelah De Feo membunuh anggota

keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga

Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000.

Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun

dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan

kolam renang dan sebuah rumah tempat

penyimpanan kapal.



George dan Kathy telah menikah

pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka

sendiri, namun ingin memulai kembali dengan

memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher

(7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki

seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry.

Selama pengecekkan mereka saat akan membeli

rumah tersebut, oleh agen mereka telah

diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu

bukanlah masalah. Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18

Desember 1975.



Sebagian besar mebel dari keluarga

DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam

kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz

telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah

tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-

caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik

yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk

melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson

disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa

Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J.

Pecoraro).



Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam

Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di

Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan

berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975

disaat George dan Kathy sedang membongkar

barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia

mendengar suara dengan jelas yang

mengatakan”Keluar!” – “Get out!”. Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan

kejadian itu kepada George maupun Kathy.



Pada 24

Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George

Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan

ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh

tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit,

dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes

Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara

tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah

tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita

demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata. Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak

merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka.

Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing- masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang

berbeda”. Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan

sebagai berikut:



>George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap

paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat

penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan

adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota

keluarganya.



>Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan

lalat di setiap musim dingin.



>Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan

dan saat dimana ia melakukan persetujuan

pembelian rumah tersebut.



>Anak-anak mereka juga

mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama

saat mayat DeFeo ditemukan.



>Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak

terlihat.



>Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang

tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang

basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu

tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu

kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing

mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat

dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan

sesuatu yang negatif.



>Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam

rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau

jalur bagi sumber tersebut.



>Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy,

mengisahkan teman imajinasinya yang bernama

“Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.



>George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan

pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan

menemukan anjing mereka tertidur dengan suara

keras di depan pintu. Tidak ada orang lain yang

mendengar suara itu kecuali dia.



>George mendengar apa yang diuraikan sebagai

“Marching band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat.

Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara

gaduh akan berhenti.



>George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat

dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di

The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.



>Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada

suatu malam, George melihat sepasang mata merah

yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar

tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya,

ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian

disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.



>Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas

merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan

tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari

tempat tidurnya. Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh

suatu kekuatan yang tak terlihat.



>Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju

yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi

besar pada 1 Januari 1976.



>Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar

bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang

berwarna hijau.



>Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar

kecil ditemukan terpasang terbalik dan

menyemburkan bau. George tersandung oleh sebuah keramik singa

Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki,

yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada

salah satu mata kakinya.



>George melihat Kathy berubah menjadi seorang

wanita tua yang berumur sekitar 90-an, “dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong”.



George dan Kathy Lutz dikelilingi dengan berbagai

media yang mengulas kasus mereka Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres

dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan

secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan

suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada

8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang

terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut

dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara

yang meminta agar mereka berhenti: “Will you stop!”.



Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha

pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy,

mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi

malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga

Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi

sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”. Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka

memutuskan untuk mengambil beberapa barang

kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di

rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada

14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama

ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak

barang dibelakang rumah tersebut.



Hari berikutnya,

seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan

barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia

melaporkan ada fenomena yang tidak normal

didalam rumah itu. Buku ini ditulis setelah Tam Mossman, seorang editor

di penerbit Prentice Hall yang mengenalkan George

dan Kathy Lutz kepada Jay Anson. Mereka tidak

bekerja secara langsung dengan Anson, namun

disampaikan melalui rekaman tape yang berdurasi

sekitar 45 jam, yang kemudian menjadi dasar bagi penulisan buku ini. Diperkirakan penjualan buku ini

mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi.

Anson dikatakan mengambil dasar judul bukunya

“The Amityville Horror ” dari “The Dunwich Horror” karangan H.P. Lovecraft yang diterbitkan pada tahun 1929.

0 komentar:

Posting Komentar